Skip to main content

FESTIVAL BUDAYA MASJID PANTAI BALI 2025

 

Saksikan Kemegahan Budaya Bahari pada Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025!

Bersiaplah untuk sebuah petualangan budaya yang tak terlupakan di Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 di Desa Cupel, Kec. Negara, Kab. Jembrana, Bali, yang akan berlangsung dari tanggal 21-24 Agustus 2025!

Festival ini bukan sekadar perayaan, tapi jendela menuju kekayaan tradisi bahari masyarakat pesisir Bali, dengan sorotan utama pada Lomba Balap Omplok dan Jukung. (Balap Dayung Sampan dan Perahu Layar) serta Drone Camp. 

Mengenal Lebih Dekat Perahu Omplok dan Jukung 


JUKUNG

Pernahkah Anda mendengar tentang Omplok atau Jukung? 

Bagi masyarakat pesisir Bali, kedua jenis perahu ini adalah denyut nadi kehidupan mereka.

Perahu Jukung adalah ikon maritim Bali yang paling dikenal, sering terlihat dengan cadik (penyeimbang) di kedua sisinya. Bentuknya yang ramping dan lincah menjadikannya ideal untuk berbagai aktivitas. 

Sejak dahulu kala, Jukung telah menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

Sejarah Panjang dan Kehidupan Sehari-hari: Jukung, dengan desainnya yang telah berevolusi selama berabad-abad, telah lama digunakan untuk memancing ikan, mengangkut hasil laut, dan bahkan sebagai sarana transportasi antarpulau. 

Desainnya yang unik, seringkali dihiasi dengan ukiran dan warna-warna cerah, mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam. 

Para nelayan tradisional Bali mengandalkan Jukung untuk mencari nafkah, melaut pada dini hari dan kembali dengan hasil tangkapan yang melimpah.


OMPLOK LAYAR

Perahu Omplok mungkin kurang familiar bagi sebagian orang, namun memiliki peran tak kalah penting, terutama dalam aktivitas tertentu seperti penangkapan ikan dengan jaring atau perangkap. 

Perahu ini memiliki karakteristik uniknya sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perairan setempat. 

Omplok yang biasanya tanpa layar, berkat inovasi Tim Masjid Pantai Bali, kini  Omplok Layar bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan domestik dan mancanegara yang menikmati pesona keindahan kawasan Masjid Pantai Bali.

Keduanya merupakan bagian tak terpisahkan dari lanskap budaya dan ekonomi pesisir Jembrana Bali.

Rasakan sendiri pengalaman tak terlupakan ini!

Pada Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025, Anda tidak hanya akan mendengar cerita tentang Omplok dan Jukung, tapi juga dapat menyaksikan langsung kemegahannya. Akan ada pameran perahu-perahu Omplok dan Jukung yang memukau, di mana Anda bisa melihat dari dekat detail konstruksi dan keindahan ornamennya.

Lebih dari itu, Anda juga berkesempatan untuk menaiki perahu-perahu tradisional ini! 

Bayangkan sensasi melaju di atas ombak dengan perahu yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang masyarakat Bali. 

Ini adalah kesempatan langka untuk merasakan langsung semangat para nelayan dan pelaut tradisional.

Puncak kemeriahan festival ini adalah Lomba Omplok dan Jukung yang sangat menarik! 

Saksikan kecepatan, ketangkasan, dan keahlian para nelayan dalam mengendalikan perahu-perahu mereka! Sorak-sorai penonton akan memenuhi pantai saat mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik, menampilkan manuver-manuver menawan yang hanya bisa Anda saksikan di sini.

Tak hanya itu, Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025, akan dimeriahkan oleh ragam kegiatan lainnya, seperti:

Drone Camp, Pawai Nelayan Tempo Doeloe, Lomba Memancing, Pawai Obor, Bazar (UMKM) Rakyat, Lomba2, Tabligh Akbar dan lain-lain.




Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Datang dan jadilah bagian dari Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025. Rasakan denyut nadi kebudayaan bahari, pelajari sejarah yang mengagumkan, dan nikmati pertunjukan yang memukau. 

Ajak keluarga dan teman-teman Anda untuk liburan yang penuh makna dan inspirasi di Jembrana!


Kami tunggu kehadiran Anda! Ingat tanggalnya!

Tgl. 21-24 Agustus 2025.


Salam hangat dari kami,


Panitia Festival Budaya

Masjid Pantai Bali 2025.

#festival #masjid #pantai #2025

Comments

Popular posts from this blog

MENGENANG SANG KYAI TANGGUH

Kala itu Masjid Pantai Bali masih belum rampung, sang Kyai tetap memaksa pergi dari Jogja ke Jembrana untuk melihat langsung wujud fisik Masjid Pantai Bali. Padahal saat itu kondisi beliau sedang kurang sehat.  Selang beberapa minggu kemudian, beliau datang dengan dua ratusan peserta “Bersih Masjid” se Jawa Bali. Sontak kesunyian kampung nelayan sekitar masjid berubah menjadi riuh & penuh tenda tenda peserta “bersih Masjid”.  Lokasi Masjid Pantai Bali mendadak ramai. Tak hanya peserta yang hadir di sana, namun lebih riuh lagi postingan 200 an peserta ikut meramaikan jagak sosial media. Alhasil endorsing Kyai Jazir dan pasukan bersih masjid membuat masjid pantai menjadi ramai di media. Dan alhamdulillah, kini Masjid Pantai Bali sudah mulai rampung, semakin Cantik dan apik. Semoga itu semua menjadi jalan Kyai Jazir menuju Syurga Allah SWT yang Indah. Insyaallah Innalillahi Wa Innailaihi rojiun.  Sesungguhnya Beliau Milik Allah dan kepada Allah lah beliau kembali. Se...

SRUPUT JAMU HANGAT DAN RENUNGAN DI PAGI HARI

Di sudut ruangan dia duduk sendiri di hadapan komputernya. Segelas JAMU HANGAT menemaninya berselancar di internet. Mengunjungi dan menyapa rekan rekannya yang berada di ujung dunia sana. Ide besar di susun satu persatu layaknya puzzle yang kian hari semakin tampak nyata bentuknya. Sahabat sahabat nya, meski berbeda tempat, juga tak kalah seru nya. Ada yang di kereta api, ada yang di warung kopi, dan ada yang di kebun pisang di pinggiran kota hingga yang di tepi pantai. Terkadang aneh terasa, gerakan apakah ini sebenarnya? Tak kasat mata, tapi nyata adanya. Entah apa dan siapa yang menggerakkan mereka semua, yang pasti hanya ALLAH Ta’ ala di balik ini semua. Tak terlihat, namun aliran energi besar saling bersahutan di dunia maya. Gagasan2 besar tak kasat mata siap mewujud nyata ketika saatnya tiba. Wahai para sahabat baik di ujung sana, bergabunglah meski tak bersama. Membesarlah dan semakin besar. Ini bukan tentang uang atau tahta, akan tetapi sebuah gerakan tak kasat mata. ...