Kala itu Masjid Pantai Bali masih belum rampung, sang Kyai tetap memaksa pergi dari Jogja ke Jembrana untuk melihat langsung wujud fisik Masjid Pantai Bali. Padahal saat itu kondisi beliau sedang kurang sehat. Selang beberapa minggu kemudian, beliau datang dengan dua ratusan peserta “Bersih Masjid” se Jawa Bali. Sontak kesunyian kampung nelayan sekitar masjid berubah menjadi riuh & penuh tenda tenda peserta “bersih Masjid”. Lokasi Masjid Pantai Bali mendadak ramai. Tak hanya peserta yang hadir di sana, namun lebih riuh lagi postingan 200 an peserta ikut meramaikan jagak sosial media. Alhasil endorsing Kyai Jazir dan pasukan bersih masjid membuat masjid pantai menjadi ramai di media. Dan alhamdulillah, kini Masjid Pantai Bali sudah mulai rampung, semakin Cantik dan apik. Semoga itu semua menjadi jalan Kyai Jazir menuju Syurga Allah SWT yang Indah. Insyaallah Innalillahi Wa Innailaihi rojiun. Sesungguhnya Beliau Milik Allah dan kepada Allah lah beliau kembali. Se...
Mengingat kembali kilas sejarah dahulu kala, ketika Sunan Kalijaga kerap melakukan pentas wayang di kampung kampung. Cara unik Sunan Kalijaga ini telah berhasil menyampaikan narasi keindahan Islam di masyarakat Jawa yang mayoritas non muslim. Alhasil banyak orang Jawa yang gandrung berkumpul menyaksikan pagelaran wayang tersebut. Pentas wayang yang di besut Sunan Kalijaga membuat warga berduyun duyun menyambangi lokasi pentas wayang, meski dari kampung-kampung yang jauh. Dari sini kita bisa belajar dari Sunan Kalijaga bagaimana keindahan Islam bisa dinikmati siapapun melalui “cara” pertunjukan seni yang memukau. Narasi narasi kebaikan (ngaji) di lantunkan bersamaan tembang yang diiringi gamelan. Membuat keindahan Islam menjadi bisa dinikmati semua kalangan. Nah cara ini pula yang di lakukan oleh Tim Masjid Pantai lewat event Festival Masjid Pantai. Memang bukan pentas wayang yang di tampilkan, tetapi pentas drum band, balap jukung, lomba mancing parade gaun wanita dari plastik beka...