Skip to main content

DAKWAH ALA SUNAN KALIJAGA

Mengingat kembali kilas sejarah dahulu kala, ketika Sunan Kalijaga kerap melakukan pentas wayang di kampung kampung. Cara unik Sunan Kalijaga ini telah berhasil menyampaikan narasi keindahan Islam di masyarakat Jawa yang mayoritas non muslim. Alhasil banyak orang Jawa yang gandrung berkumpul menyaksikan pagelaran wayang tersebut. Pentas wayang yang di besut Sunan Kalijaga membuat warga berduyun duyun menyambangi lokasi pentas wayang, meski dari kampung-kampung yang jauh.

Dari sini kita bisa belajar dari Sunan Kalijaga bagaimana keindahan Islam bisa dinikmati siapapun melalui “cara” pertunjukan seni yang memukau. Narasi narasi kebaikan (ngaji) di lantunkan bersamaan tembang yang diiringi gamelan. Membuat keindahan Islam menjadi bisa dinikmati semua kalangan.

Nah cara ini pula yang di lakukan oleh Tim Masjid Pantai lewat event Festival Masjid Pantai. Memang bukan pentas wayang yang di tampilkan, tetapi pentas drum band, balap jukung, lomba mancing parade gaun wanita dari plastik bekas dan pawai nelayan menjadi pentas yang menyesuaikan masa kekinian. Yang terpenting adalah bagaimana keindahan Islam bisa dinikmati semua kalangan. Alhasil ribuan orang turut hadir di acara Festival Masjid Pantai. Konteks nya tetap sama, menampilkan Indah nya Islam bagi semua kalangan.

Masjid tak hanya sebagai tempat ibadah semata, namun lebih luas lagi menjadi pusat berbagai ‘AKSI BAIK” yang berdampak pada semua kalangan. Mengambil filosofi “Rahmatan Lil Alamin”, bahwa Islam itu bukan hanya BAIK untuk Ummat Islam saja, melainkan juga untuk seluruh ALAM.

Maka dari itu Masjid Pantai mendorong semua pihak untuk memakmurkan Masjid dan menjadikannya CAHAYA bagi semua kalangan. Tebarkan yang BAIK, dengan cara yang BAIK dan teruslah berbuat BAIK.

Salam Rahmatan Lil Alamin

Marbot Masjid Pantai

Yayasan Masjid Pantai Nusantara – (YMPN)

 

Yuk jadi bagian AKSI KEBAIKAN, titipkan energi baikmu disini:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

No Rek: 7500170071

Account: Yayasan Masjid Pantai Nusantara

Kode Transfer: 451


 




Photografer : Ibu Tiwi

#yayasan #masjid #pantai #nusantara #jembrana #bali


Comments

Popular posts from this blog

MENGENANG SANG KYAI TANGGUH

Kala itu Masjid Pantai Bali masih belum rampung, sang Kyai tetap memaksa pergi dari Jogja ke Jembrana untuk melihat langsung wujud fisik Masjid Pantai Bali. Padahal saat itu kondisi beliau sedang kurang sehat.  Selang beberapa minggu kemudian, beliau datang dengan dua ratusan peserta “Bersih Masjid” se Jawa Bali. Sontak kesunyian kampung nelayan sekitar masjid berubah menjadi riuh & penuh tenda tenda peserta “bersih Masjid”.  Lokasi Masjid Pantai Bali mendadak ramai. Tak hanya peserta yang hadir di sana, namun lebih riuh lagi postingan 200 an peserta ikut meramaikan jagak sosial media. Alhasil endorsing Kyai Jazir dan pasukan bersih masjid membuat masjid pantai menjadi ramai di media. Dan alhamdulillah, kini Masjid Pantai Bali sudah mulai rampung, semakin Cantik dan apik. Semoga itu semua menjadi jalan Kyai Jazir menuju Syurga Allah SWT yang Indah. Insyaallah Innalillahi Wa Innailaihi rojiun.  Sesungguhnya Beliau Milik Allah dan kepada Allah lah beliau kembali. Se...

FESTIVAL BUDAYA MASJID PANTAI BALI 2025

  Saksikan Kemegahan Budaya Bahari pada Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025! Bersiaplah untuk sebuah petualangan budaya yang tak terlupakan di Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 di Desa Cupel, Kec. Negara, Kab. Jembrana, Bali, yang akan berlangsung dari tanggal 21-24 Agustus 2025! Festival ini bukan sekadar perayaan, tapi jendela menuju kekayaan tradisi bahari masyarakat pesisir Bali, dengan sorotan utama pada Lomba Balap Omplok dan Jukung. (Balap Dayung Sampan dan Perahu Layar) serta Drone Camp.  Mengenal Lebih Dekat Perahu Omplok dan Jukung  JUKUNG Pernahkah Anda mendengar tentang Omplok atau Jukung?  Bagi masyarakat pesisir Bali, kedua jenis perahu ini adalah denyut nadi kehidupan mereka. Perahu Jukung adalah ikon maritim Bali yang paling dikenal, sering terlihat dengan cadik (penyeimbang) di kedua sisinya. Bentuknya yang ramping dan lincah menjadikannya ideal untuk berbagai aktivitas.  Sejak dahulu kala, Jukung telah menjadi tulang punggung perekono...

SRUPUT JAMU HANGAT DAN RENUNGAN DI PAGI HARI

Di sudut ruangan dia duduk sendiri di hadapan komputernya. Segelas JAMU HANGAT menemaninya berselancar di internet. Mengunjungi dan menyapa rekan rekannya yang berada di ujung dunia sana. Ide besar di susun satu persatu layaknya puzzle yang kian hari semakin tampak nyata bentuknya. Sahabat sahabat nya, meski berbeda tempat, juga tak kalah seru nya. Ada yang di kereta api, ada yang di warung kopi, dan ada yang di kebun pisang di pinggiran kota hingga yang di tepi pantai. Terkadang aneh terasa, gerakan apakah ini sebenarnya? Tak kasat mata, tapi nyata adanya. Entah apa dan siapa yang menggerakkan mereka semua, yang pasti hanya ALLAH Ta’ ala di balik ini semua. Tak terlihat, namun aliran energi besar saling bersahutan di dunia maya. Gagasan2 besar tak kasat mata siap mewujud nyata ketika saatnya tiba. Wahai para sahabat baik di ujung sana, bergabunglah meski tak bersama. Membesarlah dan semakin besar. Ini bukan tentang uang atau tahta, akan tetapi sebuah gerakan tak kasat mata. ...