Skip to main content

SEKILAS TENTANG KOMUNITAS MASJID PANTAI NUSANTARA

Komunitas ini terbangun dengan tujuan belajar kembali dari sejarah gerakan Nabi Muhammad SAW , para Sahabat Nabi, Walisongo, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama & berbagai organisasi ISLAM lainnya. Dimana kami melihat bahwa Masjid tidak saja berfungsi sebagai tempat ibadah RITUAL semata, melainkan juga sebagai pusat mengembangkan Sosial, Ekonomi, Pendidikan, Budaya hingga Teknologi.

Islam hadir sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN, menyebarkan RAHMAT bagi SELURUH ALAM.

Dan Indonesia di berkahi dengan BUMI NUSANTARA yang begitu luas nya. Menjadikan Indonesia memiliki GARIS PANTAI terpanjang di DUNIA. Namun di satu sisi tidak saja menampilkan keindahan alamnya, namun fakta bahwa kondisi sosial ekonomi umat ISLAM di sepanjang garis pantai tersebut masihlah jauh dari yang di harapkan.

Itu sebabnya, kami mencoba mengawali dengan merintis Dakwah melalui PILOT Project kami dengan mendukung Pembangunan Masjid di Desa Cupel Jembrana Bali. Masjid yang bernama asli Masjid Raudlatul Jannah dan kini di beri julukan Masjid Pantai Bali.

Semoga langkah awal kami di Masjid Pantai Bali ini bisa berkembang terus menerus hingga keseluruh pelosok Nusantara Kelak.

Dan kami sadar diri, bahwa kami bukanlah SUPERMAN dengan segala kekuatannya. Namun kami adalah segelintir MANUSIA2 yang ingin HIDUPnya penuh MANFAAT. Kami sadar tak sekuat cita cita kami, maka kami mengajak Setiap muslim & siapapun yang peduli terhadap umat & bangsa untuk bergabung dalam komunitas Masjid Pantai Nusantara.

Mari berdakwah RAHMATAN LIL ALAMIN, menjadi SAHABAT KEBAIKAN bagi NEGERI kita tercinta ini.

Sudrajat Aryadi

Komunitas Masjid Pantai Nusantara

Membangun EKOSISTEM MASJID RAHMATAN LIL ALAMIN di sepanjang Pantai  Nusantara


Informasi lebih lanjut HUBUNGI:

Firmansyah : 0811-174-778

Sudrajat : 08174888830


#MasjidPantaiBali #komunitasmasjidpantai #masjidpantainusantara #menebarrahmat #donasi #wakaf #wakafproduktif #berjamaah #pejuangkebaikan #sahabatdalamkebaikan #menjemputsyurga

Comments

Popular posts from this blog

MENGENANG SANG KYAI TANGGUH

Kala itu Masjid Pantai Bali masih belum rampung, sang Kyai tetap memaksa pergi dari Jogja ke Jembrana untuk melihat langsung wujud fisik Masjid Pantai Bali. Padahal saat itu kondisi beliau sedang kurang sehat.  Selang beberapa minggu kemudian, beliau datang dengan dua ratusan peserta “Bersih Masjid” se Jawa Bali. Sontak kesunyian kampung nelayan sekitar masjid berubah menjadi riuh & penuh tenda tenda peserta “bersih Masjid”.  Lokasi Masjid Pantai Bali mendadak ramai. Tak hanya peserta yang hadir di sana, namun lebih riuh lagi postingan 200 an peserta ikut meramaikan jagak sosial media. Alhasil endorsing Kyai Jazir dan pasukan bersih masjid membuat masjid pantai menjadi ramai di media. Dan alhamdulillah, kini Masjid Pantai Bali sudah mulai rampung, semakin Cantik dan apik. Semoga itu semua menjadi jalan Kyai Jazir menuju Syurga Allah SWT yang Indah. Insyaallah Innalillahi Wa Innailaihi rojiun.  Sesungguhnya Beliau Milik Allah dan kepada Allah lah beliau kembali. Se...

FESTIVAL BUDAYA MASJID PANTAI BALI 2025

  Saksikan Kemegahan Budaya Bahari pada Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025! Bersiaplah untuk sebuah petualangan budaya yang tak terlupakan di Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 di Desa Cupel, Kec. Negara, Kab. Jembrana, Bali, yang akan berlangsung dari tanggal 21-24 Agustus 2025! Festival ini bukan sekadar perayaan, tapi jendela menuju kekayaan tradisi bahari masyarakat pesisir Bali, dengan sorotan utama pada Lomba Balap Omplok dan Jukung. (Balap Dayung Sampan dan Perahu Layar) serta Drone Camp.  Mengenal Lebih Dekat Perahu Omplok dan Jukung  JUKUNG Pernahkah Anda mendengar tentang Omplok atau Jukung?  Bagi masyarakat pesisir Bali, kedua jenis perahu ini adalah denyut nadi kehidupan mereka. Perahu Jukung adalah ikon maritim Bali yang paling dikenal, sering terlihat dengan cadik (penyeimbang) di kedua sisinya. Bentuknya yang ramping dan lincah menjadikannya ideal untuk berbagai aktivitas.  Sejak dahulu kala, Jukung telah menjadi tulang punggung perekono...

SRUPUT JAMU HANGAT DAN RENUNGAN DI PAGI HARI

Di sudut ruangan dia duduk sendiri di hadapan komputernya. Segelas JAMU HANGAT menemaninya berselancar di internet. Mengunjungi dan menyapa rekan rekannya yang berada di ujung dunia sana. Ide besar di susun satu persatu layaknya puzzle yang kian hari semakin tampak nyata bentuknya. Sahabat sahabat nya, meski berbeda tempat, juga tak kalah seru nya. Ada yang di kereta api, ada yang di warung kopi, dan ada yang di kebun pisang di pinggiran kota hingga yang di tepi pantai. Terkadang aneh terasa, gerakan apakah ini sebenarnya? Tak kasat mata, tapi nyata adanya. Entah apa dan siapa yang menggerakkan mereka semua, yang pasti hanya ALLAH Ta’ ala di balik ini semua. Tak terlihat, namun aliran energi besar saling bersahutan di dunia maya. Gagasan2 besar tak kasat mata siap mewujud nyata ketika saatnya tiba. Wahai para sahabat baik di ujung sana, bergabunglah meski tak bersama. Membesarlah dan semakin besar. Ini bukan tentang uang atau tahta, akan tetapi sebuah gerakan tak kasat mata. ...