Skip to main content

YUK BELAJAR DARI KISAH SUMUR RAUMAH, SUMUR NYA USTMAN BIN AFFAN!


“Wahai Sahabatku, siapa diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka ia akan mendapatkan surgaNya Allah Ta’ala (HR. Muslim)

Dikisahkan saat nabi berhijrah ke Madinah, nabi Muhammad SAW mengajak sahabat sahabatnya untuk membeli sumur milik seorang Yahudi. Karena Nabi tahu bahwa sumur itu memiliki peran penting bagi perkembangan Umat. Lalu Utsman bin Affan pun mendatangi Yahudi tersebut dan berhasil membeli Sumur tersebut yang di juluki dengan Sumur RAUMAH. Singkat cerita, dari sumur tersebut para penduduk Madinah bisa memanfaatkan air tidak hanya untuk kebutuhan minum saja namun juga dimanfaatkan untuk mengairi perkebunan Kurma. Dan dari hasil berkebun kurma, kemudian berkembang terus menerus hingga masa kini. Alhasil aset yang awalnya hanya sumur saja, kini telah berkembang menjadi perkebunan hingga hotel PREMIUM di Madinah. Di kembangkan terus menerus menjadi semakin besar dan menjadi wakaf produktif yang bernilai luar biasa. Tidak saja dari sisi kebermanfaatannya bagi umat, namun nilai asset yang semakin berkembang. Dari sinilah kita bisa belajar bagaimana ISLAM tidak saja mengajarkan kita untuk kejar pahala lewat ibadah RITUAL semata, namun juga mengajarkan bagaimana mengembangkan ekonomi agar seiring sejalan EKONOMI UMAT bisa berkembang dan OPERASIONAL DAKWAH pun bisa ikut di topang.

Nah kini, kami dari Komunitas Masjid Pantai, tengah berjuang untuk membangun Masjid di sebuah desa bernama desa CUPEL di Jembrana BALI. Dimana saat ini panitia tengah mengejar proses pembangunan fasilitas Tempat Wudhu agar dapat di gunakan saat Ramadhan tiba. Meski WAKTU YANG SINGKAT, kami percaya bahwa melalui Kerja bersama mengumpulkan DANA secara bersama sama, berapapun jumlahnya serta bantu menyebarkan ke sebanyak banyaknya group group WhatsApp dan jaringan sosmed lainnya. Dana ini bisa kita raih bersama, hingga tempat Wudhu ini bisa di gunakan untuk membasuh wajah para jamaah di setiap waktu sholat di bulan Ramadhan kelak. Wah tak terbayang butir butir air yang menetes dari setiap jamaah menjadi butir butir pahala bagi para donator/pewakaf.

Dan belajar dari kisah sumur Raumah di atas, di harapkan air dari sumur Masjid Pantai Bali ini bisa juga di kembangkan untuk dimanfaatkan untuk menyirami tanaman tanaman produktif yang di tanam di sekitar areal masjid. Misal Cabai, Kurma, Pohon Nyamplung & pohon produktif lain yang bernilai ekonomis. Dari sana kita harapkan bisa menjadi sumber sumber pemasukan bagi operasional pengelolaan Masjid Pantai Bali dan mendorong bergeraknya ekonomi UMAT & Masyarakat Sekitar.

Foto: Jamaah Masjid Pantai Bali tengah menanam Cabai secara berjamaah

Kami dari komunitas Masjid Pantai berharap bahwa Masjid di bangun tidak saja untuk IBADAH RITUAL semata, namun keberadaan masjid harus hadir menyentuh sosial ekonomi baik bagi UMAT ISLAM sendiri hingga masyarakat luas (non Muslim sekalipun). Di sinilah esensi Dakwah “Rahmatan Lil Alamin”. Dakwah yang menembus tembok tembok penghalang yang akhirnya meluas & menebar Rahmat Allah yang begitu INDAH.

Yuk mari jadi bagian sejarah bersama kami, Komunitas Masjid Pantai. Mari bantu saudara saudara kita di Desa Cupel Jembrana Bali untuk membangun Tempat Wudhu guna mengejar momen RAMADHAN yang sebentar lagi kan datang.

Yuk Langsung Transfer ke Rekening:


REKENING MASJID PANTAI BALI

Bank Syariah Indonesia (BSI)

No Rek: 7180635097

Account: Masjid Raudlatul Jannah

Kode Transfer: 451

 



Info & Konfirmasi:

Firmansyah : 0811-174-778

Sudrajat : 08174888830

Sufyan : 0823-4091-5599

 

Catatan: Mohon bantu share ke sebanyak mungkin jaringan SOSMED agar pesan dakwah ini bisa menjadi jalan terkumpulnya DANA PEMBANGUNAN TEMPAT WUDHU ini. Syukron Jazzakumullah

Sudrajat Aryadi

Komunitas Masjid Pantai Nusantara

Membangun EKOSISTEM MASJID RAHMATAN LIL ALAMIN  di seluruh Penjuru Pantai Nusantara

 


 

 

SEKILAS TENTANG KOMUNITAS MASJID PANTAI NUSANTARA

Komunitas ini terbangun dengan tujuan belajar kembali dari sejarah gerakan Nabi Muhammad SAW , para Sahabat Nabi, Walisongo, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama & berbagai organisasi ISLAM lainnya. Dimana kami melihat bahwa Masjid tidak saja berfungsi sebagai tempat ibadah RITUAL semata, melainkan juga sebagai pusat mengembangkan Sosial, Ekonomi, Pendidikan, Budaya hingga Teknologi.

Islam hadir sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN, menyebarkan RAHMAT bagi SELURUH ALAM.

Dan Indonesia di berkahi dengan BUMI NUSANTARA yang begitu luas nya. Menjadikan Indonesia memiliki GARIS PANTAI terpanjang di DUNIA. Namun di satu sisi tidak saja menampilkan keindahan alamnya, namun fakta bahwa kondisi sosial ekonomi umat ISLAM di sepanjang garis pantai tersebut masihlah jauh dari yang di harapkan.

Itu sebabnya, kami mencoba mengawali dengan merintis Dakwah melalui PILOT Project kami dengan mendukung Pembangunan Masjid di Desa Cupel Jembrana Bali. Masjid yang bernama asli Masjid Raudlatul Jannah dan kini di beri julukan Masjid Pantai Bali.

Semoga langkah awal kami di Masjid Pantai Bali ini bisa berkembang terus menerus hingga keseluruh pelosok Nusantara Kelak.

Dan kami sadar diri, bahwa kami bukanlah SUPERMAN dengan segala kekuatannya. Namun kami adalah segelintir MANUSIA2 yang ingin HIDUPnya penuh MANFAAT. Kami sadar tak sekuat cita cita kami, maka kami mengajak Setiap muslim & siapapun yang peduli terhadap umat & bangsa untuk bergabung dalam komunitas Masjid Pantai Nusantara.

Mari berdakwah RAHMATAN LIL ALAMIN, menjadi SAHABAT KEBAIKAN bagi NEGERI kita tercinta ini.


 

#MasjidPantaiBali #komunitasmasjidpantai #masjidpantainusantara #menebarrahmat #donasi #wakaf #wakafproduktif #berjamaah #pejuangkebaikan #sahabatdalamkebaikan #menjemputsyurga 

Comments

Popular posts from this blog

FESTIVAL BUDAYA MASJID PANTAI BALI 2025

  Saksikan Kemegahan Budaya Bahari pada Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025! Bersiaplah untuk sebuah petualangan budaya yang tak terlupakan di Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 di Desa Cupel, Kec. Negara, Kab. Jembrana, Bali, yang akan berlangsung dari tanggal 21-24 Agustus 2025! Festival ini bukan sekadar perayaan, tapi jendela menuju kekayaan tradisi bahari masyarakat pesisir Bali, dengan sorotan utama pada Lomba Balap Omplok dan Jukung. (Balap Dayung Sampan dan Perahu Layar) serta Drone Camp.  Mengenal Lebih Dekat Perahu Omplok dan Jukung  JUKUNG Pernahkah Anda mendengar tentang Omplok atau Jukung?  Bagi masyarakat pesisir Bali, kedua jenis perahu ini adalah denyut nadi kehidupan mereka. Perahu Jukung adalah ikon maritim Bali yang paling dikenal, sering terlihat dengan cadik (penyeimbang) di kedua sisinya. Bentuknya yang ramping dan lincah menjadikannya ideal untuk berbagai aktivitas.  Sejak dahulu kala, Jukung telah menjadi tulang punggung perekono...

MENGENANG SANG KYAI TANGGUH

Kala itu Masjid Pantai Bali masih belum rampung, sang Kyai tetap memaksa pergi dari Jogja ke Jembrana untuk melihat langsung wujud fisik Masjid Pantai Bali. Padahal saat itu kondisi beliau sedang kurang sehat.  Selang beberapa minggu kemudian, beliau datang dengan dua ratusan peserta “Bersih Masjid” se Jawa Bali. Sontak kesunyian kampung nelayan sekitar masjid berubah menjadi riuh & penuh tenda tenda peserta “bersih Masjid”.  Lokasi Masjid Pantai Bali mendadak ramai. Tak hanya peserta yang hadir di sana, namun lebih riuh lagi postingan 200 an peserta ikut meramaikan jagak sosial media. Alhasil endorsing Kyai Jazir dan pasukan bersih masjid membuat masjid pantai menjadi ramai di media. Dan alhamdulillah, kini Masjid Pantai Bali sudah mulai rampung, semakin Cantik dan apik. Semoga itu semua menjadi jalan Kyai Jazir menuju Syurga Allah SWT yang Indah. Insyaallah Innalillahi Wa Innailaihi rojiun.  Sesungguhnya Beliau Milik Allah dan kepada Allah lah beliau kembali. Se...

TARGET 4000 ORANG AKAN MEMBANJIRI FESTIVAL BUDAYA MASJID PANTAI BALI KE-3 2025

Bukan sembarang angka di munculkan oleh panitia Festival Budaya Masjid Pantai Bali yang akan berlangsung pada tanggal 22-24 Agustus 2025 di Desa Cupel Jembrana Bali. Hal ini di dasari oleh pencapaian kunjungan Festival sebelumnya (2024) yang sebesar kurang lebih 3000 pengunjung. Maka wajar saja jika panitia Festival menggenjot target kenaikan pengunjung di tahun 2025 ini sebesar 4000 pengunjung. Festival yang menyelenggarakan lomba Balap Jukung (Perahu Layar) & Lomba Omplok (Sampan) ini kini menjadi daya tarik yang luar biasa yang mengundang pengunjung yang ingin menyaksikan keseruan para pembalap perahu layar. Di samping itu, Festival ini juga menyelenggarakan Pawai Nelayan Tempo Doeloe, Drum Band, hingga Pawai Gaun Pengantin dari barang bekas. Kegiatan ini melibatkan animo peserta yang begitu besar dimana para peserta begitu bersemangat menunjukkan kebolehannya masing masing. Festival Budaya Masjid Pantai ini kini telah menjadi ICON acara di Jembrana Bali yang begitu dinanti, tid...