Skip to main content

MENJADIKAN MASJID SEBAGAI PUSAT GERAKAN KEBAIKAN

 


Assalamualaikum Pejuang Kebaikan.

Kemiskinan, Kebodohan, konflik sosial hingga bencana lingkungan menjadi berita umum yang kerap kita temukan di layar gadget kita setiap hari.

Akankah kita diam saja?

Atau justru skeptic menghadapi itu semua?

Tentunya TIDAK!

Kita sebagai Muslim di lahirkan pasti punya Tujuan.

Dan Allah SWT menjadikan kita sebagai hambanya untuk menerapkan konsep Rahmatan Lil Alamin.

Bukan hanya untuk manusia bahkan Alam pun harus kita jadikan sahabat.

Kita tentunya bisa belajar dari sejarah Islam, dimana Nabi Muhammad ketika pertama kali hijrah ke Madinah membangun Masjid sebagai pusat kegiatan.

Dan dari sanalah akhirnya peradaban EMAS lahir.

Untuk itulah maka kami memandang perlu untuk menjadikan Masjid sebagai Pusat Kegiatan GERAKAN KEBAIKAN.

Tidak hanya Sholat, Quran & Dzikir semata.

Tidak hanya berbicara Fiqih semata.

Namun lebih luas dari itu, dimana gerakan ini bisa menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, membangun sosial budaya yang madani, membangun teknologi tepat guna, membangun ekosistem yang bersahabat dengan alam. Dan masih banyak lagi harapan yang bisa kita tuangkan dalam gerakan kebaikan ini.

Maka kami berkumpul bersama sama para Pejuang kebaikan dalam wadah Komunitas MASJID PANTAI NUSANTARA.

Menuangkan ide & karya demi kebaikan Umat & Bangsa.

Semoga Allah SWT meridhoi segala upaya.

Dan semoga gerakan Masjid Pantai Nusantara bisa menjadi salah satu motor penggerak peningkatan sosial, ekonomi & teknologi bagi bangsa Indonesia.

Amiin, insyaallah

 

Admin MPN


RUANG KEBAIKAN

Yuk bangun masjid di Bali

Masjid Pantai Jembrana Bali

Bantu saudara-saudara Muslim Nelayan di desa Cupel Jembarana Bali

Silahkan Transfer langsung ke REKENING MASJID:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

No Rek: 7180635097

Account: Masjid Raudlatul Jannah

Kode Transfer: 451


#masjidpantainusantara #masjidpantaibali #masjidkebaikan #masjidrahmatanlilalamin 

Comments

Popular posts from this blog

MENGENANG SANG KYAI TANGGUH

Kala itu Masjid Pantai Bali masih belum rampung, sang Kyai tetap memaksa pergi dari Jogja ke Jembrana untuk melihat langsung wujud fisik Masjid Pantai Bali. Padahal saat itu kondisi beliau sedang kurang sehat.  Selang beberapa minggu kemudian, beliau datang dengan dua ratusan peserta “Bersih Masjid” se Jawa Bali. Sontak kesunyian kampung nelayan sekitar masjid berubah menjadi riuh & penuh tenda tenda peserta “bersih Masjid”.  Lokasi Masjid Pantai Bali mendadak ramai. Tak hanya peserta yang hadir di sana, namun lebih riuh lagi postingan 200 an peserta ikut meramaikan jagak sosial media. Alhasil endorsing Kyai Jazir dan pasukan bersih masjid membuat masjid pantai menjadi ramai di media. Dan alhamdulillah, kini Masjid Pantai Bali sudah mulai rampung, semakin Cantik dan apik. Semoga itu semua menjadi jalan Kyai Jazir menuju Syurga Allah SWT yang Indah. Insyaallah Innalillahi Wa Innailaihi rojiun.  Sesungguhnya Beliau Milik Allah dan kepada Allah lah beliau kembali. Se...

FESTIVAL BUDAYA MASJID PANTAI BALI 2025

  Saksikan Kemegahan Budaya Bahari pada Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025! Bersiaplah untuk sebuah petualangan budaya yang tak terlupakan di Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 di Desa Cupel, Kec. Negara, Kab. Jembrana, Bali, yang akan berlangsung dari tanggal 21-24 Agustus 2025! Festival ini bukan sekadar perayaan, tapi jendela menuju kekayaan tradisi bahari masyarakat pesisir Bali, dengan sorotan utama pada Lomba Balap Omplok dan Jukung. (Balap Dayung Sampan dan Perahu Layar) serta Drone Camp.  Mengenal Lebih Dekat Perahu Omplok dan Jukung  JUKUNG Pernahkah Anda mendengar tentang Omplok atau Jukung?  Bagi masyarakat pesisir Bali, kedua jenis perahu ini adalah denyut nadi kehidupan mereka. Perahu Jukung adalah ikon maritim Bali yang paling dikenal, sering terlihat dengan cadik (penyeimbang) di kedua sisinya. Bentuknya yang ramping dan lincah menjadikannya ideal untuk berbagai aktivitas.  Sejak dahulu kala, Jukung telah menjadi tulang punggung perekono...

SRUPUT JAMU HANGAT DAN RENUNGAN DI PAGI HARI

Di sudut ruangan dia duduk sendiri di hadapan komputernya. Segelas JAMU HANGAT menemaninya berselancar di internet. Mengunjungi dan menyapa rekan rekannya yang berada di ujung dunia sana. Ide besar di susun satu persatu layaknya puzzle yang kian hari semakin tampak nyata bentuknya. Sahabat sahabat nya, meski berbeda tempat, juga tak kalah seru nya. Ada yang di kereta api, ada yang di warung kopi, dan ada yang di kebun pisang di pinggiran kota hingga yang di tepi pantai. Terkadang aneh terasa, gerakan apakah ini sebenarnya? Tak kasat mata, tapi nyata adanya. Entah apa dan siapa yang menggerakkan mereka semua, yang pasti hanya ALLAH Ta’ ala di balik ini semua. Tak terlihat, namun aliran energi besar saling bersahutan di dunia maya. Gagasan2 besar tak kasat mata siap mewujud nyata ketika saatnya tiba. Wahai para sahabat baik di ujung sana, bergabunglah meski tak bersama. Membesarlah dan semakin besar. Ini bukan tentang uang atau tahta, akan tetapi sebuah gerakan tak kasat mata. ...