Skip to main content

YUK JADI PEJUANG EKONOMI BERBASIS MASJID

Assalamualaikum Jamaah MASJID yg KEREN!

Berapa sih jumlah Masjid / Mushola di Jakarta?
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS)

JUMLAH MASJID/RUMAH IBADAH 2021 DI JAKARTA

Masjid: 3.433

Mushola: 3.525

Sumber: BPS

Tempatnya saja sudah banyak, apalagi jumlah jamaahnya (potensi MARKET)?

Potensi yg sangat besar mengembangkan Ekonomi & Produk berbasis LOKAL.

Berapa toko yg bisa di kembangkan?

Berapa pabrik sampo/sabun/detergent, dll yg bisa di kembangkan?

Berapa usaha jasa yg bisa di kembangkan (servis AC, Listrik, Mobil, Motor, dll)?

Berapa potensi peternakan (sapi, ikan, jangkrik, maggot, dll) yg bisa di kembangkan?

Jawabannya MASYAALLAH ......WOW!!!!!

Itu baru Jakarta loh ya....bagaimana kalau satu INDONESIA?

Nah...kembali ke LAPTOP, Kenapa MASJID ?

Saat ini UMAT butuh SOLUSI EKONOMI.

Namun tak hanya itu saja, disamping pengembangan EKONOMI, Sekaligus membuat Umat mendekat kembali ke Masjid/Mushola agar semakin tumbuh AKHLAK yg BAIK.

Agar Masjid bisa memiliki peran penting seperti ketika Nabi Muhammad membangun MASJID pertama di MADINAH. Dimana dari sinilah AWAL ACTION bagi Abdurahman Bin Auf membangun PASAR & membeli SUMUR utk membangun EKONOMI Muhajirin & Anshor. 

Sehingga diharapkan kita bisa mengambil inspirasi ini untuk menjadikan Masjid memiliki peran pengembangan IMAN, AKHLAK, EKONOMI yang menjadi penopang Kekuatan Bangsa INDONESIA.

Nah…itu baru Jakarta, bagaimana daerah lain?

Pastinya ini menjadi potensi besar yg sama besarnya.

Bagaimana memulainya?

Mulai adakan NGOPI bareng di Masjid (atau rumah ibadah lain).

Diskusi santai, sambil tukar ide & peluang satu sama lain.

Wujudkan dgn membuat SATU JAMAAH SATU USAHA.

Yuk MULAI!

Jadilah PEJUANG EKONOMI BERBASIS MASJID


Komunitas MASJID PANTAI NUSANTARA





Dokumentasi: 

- Foto Pertemuan Masjid Pantai Jembrana Bali

- Pixabay

#masjidpantainusantara #masjidpantaibali #masjidekonomiumat #indonesiamaju #indonesiabaik #akhlakimanekonomi 



Comments

Popular posts from this blog

MENGENANG SANG KYAI TANGGUH

Kala itu Masjid Pantai Bali masih belum rampung, sang Kyai tetap memaksa pergi dari Jogja ke Jembrana untuk melihat langsung wujud fisik Masjid Pantai Bali. Padahal saat itu kondisi beliau sedang kurang sehat.  Selang beberapa minggu kemudian, beliau datang dengan dua ratusan peserta “Bersih Masjid” se Jawa Bali. Sontak kesunyian kampung nelayan sekitar masjid berubah menjadi riuh & penuh tenda tenda peserta “bersih Masjid”.  Lokasi Masjid Pantai Bali mendadak ramai. Tak hanya peserta yang hadir di sana, namun lebih riuh lagi postingan 200 an peserta ikut meramaikan jagak sosial media. Alhasil endorsing Kyai Jazir dan pasukan bersih masjid membuat masjid pantai menjadi ramai di media. Dan alhamdulillah, kini Masjid Pantai Bali sudah mulai rampung, semakin Cantik dan apik. Semoga itu semua menjadi jalan Kyai Jazir menuju Syurga Allah SWT yang Indah. Insyaallah Innalillahi Wa Innailaihi rojiun.  Sesungguhnya Beliau Milik Allah dan kepada Allah lah beliau kembali. Se...

FESTIVAL BUDAYA MASJID PANTAI BALI 2025

  Saksikan Kemegahan Budaya Bahari pada Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025! Bersiaplah untuk sebuah petualangan budaya yang tak terlupakan di Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 di Desa Cupel, Kec. Negara, Kab. Jembrana, Bali, yang akan berlangsung dari tanggal 21-24 Agustus 2025! Festival ini bukan sekadar perayaan, tapi jendela menuju kekayaan tradisi bahari masyarakat pesisir Bali, dengan sorotan utama pada Lomba Balap Omplok dan Jukung. (Balap Dayung Sampan dan Perahu Layar) serta Drone Camp.  Mengenal Lebih Dekat Perahu Omplok dan Jukung  JUKUNG Pernahkah Anda mendengar tentang Omplok atau Jukung?  Bagi masyarakat pesisir Bali, kedua jenis perahu ini adalah denyut nadi kehidupan mereka. Perahu Jukung adalah ikon maritim Bali yang paling dikenal, sering terlihat dengan cadik (penyeimbang) di kedua sisinya. Bentuknya yang ramping dan lincah menjadikannya ideal untuk berbagai aktivitas.  Sejak dahulu kala, Jukung telah menjadi tulang punggung perekono...

SRUPUT JAMU HANGAT DAN RENUNGAN DI PAGI HARI

Di sudut ruangan dia duduk sendiri di hadapan komputernya. Segelas JAMU HANGAT menemaninya berselancar di internet. Mengunjungi dan menyapa rekan rekannya yang berada di ujung dunia sana. Ide besar di susun satu persatu layaknya puzzle yang kian hari semakin tampak nyata bentuknya. Sahabat sahabat nya, meski berbeda tempat, juga tak kalah seru nya. Ada yang di kereta api, ada yang di warung kopi, dan ada yang di kebun pisang di pinggiran kota hingga yang di tepi pantai. Terkadang aneh terasa, gerakan apakah ini sebenarnya? Tak kasat mata, tapi nyata adanya. Entah apa dan siapa yang menggerakkan mereka semua, yang pasti hanya ALLAH Ta’ ala di balik ini semua. Tak terlihat, namun aliran energi besar saling bersahutan di dunia maya. Gagasan2 besar tak kasat mata siap mewujud nyata ketika saatnya tiba. Wahai para sahabat baik di ujung sana, bergabunglah meski tak bersama. Membesarlah dan semakin besar. Ini bukan tentang uang atau tahta, akan tetapi sebuah gerakan tak kasat mata. ...